Senin, 17 Agustus 2015

[053] An Najm Ayat 021


««•»»
[053] An Najm Ayat 021
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 20][AYAT 22]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
21of62
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=53&tAyahNo=21&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#53:21

[053] An Najm Ayat 020


««•»»
Surah An Najm 20

وَمَنَاةَ الثَّالِثَةَ الْأُخْرَى
««•»»
wamanaata altstsaalitsata al-ukhraa
««•»»
an Manah yang ketiga, yang paling terkemudian (sebagai anak perempuan Allah)? {1432}.
{1432} Al Lata, Al Uzza dan Manah adalah nama berhala-berhala yang disembah orang Arab Jahiliyah dan dianggapnya anak-anak perempuan tuhan.
««•»»
and Manāt, the third one?
««•»»

Dalam ayat ini, Allah SWT melanjutkan ayat yang sebelumnya yaitu bahwa orang-orang musyrik itu juga menyembah Manah yang ketiga yakni yang terakhir sebagai anak perempuan Allah.

Manah itu sebuah batu besar terletak di Musyallah dengan Qadid antara Mekah dan Madinah. Kabilah Khuza'ah, Al Aus dan Khazraj mengagungkan Manah ini dan dalam melakukan ibadah haji mereka mulai dari Manah sampai ke Kakbah.

Selain benda-benda yang tiga itu, masih banyak lagi benda-benda yang sangat dimuliakan oleh orang-orang musyrik. Akan tetapi, yang paling termasyhur adalah benda yang tiga itu. Ibnu Ishak mengatakan bahwa orang-orang Arab menganggap benda-benda yang tiga itu selain Kakbah sebagai benda sembahan mereka, dibuat seperti bangunan Kakbah yang mempunyai tabir yang mereka bertawaf padanya seperti tawaf pada Kakbah dan memotong binatang kurban di sampingnya. Mereka juga mengetahui kemuliaan Kakbah yaitu bahwa Kakbah itu adalah rumah Ibrahim as dan mesjidnya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan Manat yang ketiga) yang ketiga dari yang telah disebutkan tadi (yang paling terkemudian) berkedudukan sebagai sifat yang mengandung makna celaan. Ketiganya adalah nama berhala-berhala yang terbuat dari batu. Orang-orang musyrik dahulu menyembahnya, karena mereka menduga, bahwa berhala-berhala itu dapat memberikan syafaat kepada diri mereka di sisi Allah. Maf`ul pertama bagi lafal Afara`aytum adalah lafal Al Laata dan lafal-lafal yang di`athafkan kepadanya. Sedangkan Maf`ul yang keduanya tidak disebutkan. Makna ayat, "Ceritakanlah kepadaku, apakah berhala-berhala ini memiliki kemampuan untuk berbuat sesuatu yang karena itu kalian menyembahnya selain Allah Yang memiliki kemampuan untuk melakukan hal-hal yang telah disebutkan tadi." Ketika mereka menduga bahwa malaikat-malaikat itu adalah anak-anak perempuan Allah, sedangkan mereka sendiri tidak menyukai anak-anak perempuan, lalu turunlah firman-Nya berikut ini,
««•»»
and Manāt, the third, of the preceding two, the other? (al-ukhrā, a derogatory qualification of the third one). These were stone idols which the idolaters worshipped and which they claimed interceded for them with God (the first direct object of a-fa-ra’aytum, ‘have you seen’, is al-Lāt and what has been supplemented thereto; the second [direct object] has been omitted). The meaning then is, ‘Inform Me: do these idols have the power over anything, such that you worship them besides God Who has the power over all that has been mentioned?’ And because of their assertion also that the angels were God’s daughters, despite their aversion to daughters, the following was revealed:
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 19][AYAT 21]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
20of62
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=53&tAyahNo=20&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#53:20

[053] An Najm Ayat 019


««•»»
Surah An Najm 19

أَفَرَأَيْتُمُ اللَّاتَ وَالْعُزَّى
««•»»
afara-aytumu allaata waal'uzzaa
««•»»
Maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) mengaggap al Lata dan al Uzza,
««•»»
Have you considered Lāt and ʿUzzā?
««•»»

Dalam ayat ini, Allah SWT bertanya kepada orang-orang musyrik, apakah setelah mereka mendengar tanda-tanda Allah baik kesempurnaan-Nya maupun keagungan-Nya dalam kekuasaan-Nya, dan setelah mendengar keadaan malaikat dengan kedudukan dan kemampuan mereka yang tinggi, masih saja menjadikan berhala-berhala yang hina keadaannya itu sebagai sekutu bagi Allah, sedangkan mereka mengetahui kebesaran Nya?

Pertanyaan ini merupakan cemoohan dari Tuhan sebab bagi seorang yang berakal tidak mungkin terlintas pada pikirannya untuk menyembah berhala yang mereka buat sendiri, kemudian diletakkan dalam suatu rumah yang mereka dirikan sebagai tandingan Kakbah.

Adapun Al Lata adalah nama sebuah batu besar yang berwarna putih, di atas batu itu diukir gambar sebuah rumah. Al Lata ini terletak di daerah Taif. Rumah itu dipasangi tabir. Di sekelilingnya ada teras yang diagung-agungkan oleh orang-orang Taif, antara lain Kabilah Saqif dan pengikut-pengikutnya. Mereka tergolong orang-orang yang lebih membanggakan benda itu daripada orang-orang Arab yang lain selain Quraisy. Kata Ibnu Jarir, mereka menganggap bahwa kata Al Lata itu diambil dari lafal Allah. Mereka menganggap Al Lata (Maha suci Allah dari apa yang mereka katakan). Menurut Ibnu `Abbas, Mujahid Rabi' bin Anas, mereka menamakan Al Lata dari nama seorang laki-laki yang menumbuk tepung untuk jemaah haji. Setelah ia mati, maka orang-orang berkerumun melakukan iktikaf di atas kuburnya yang selanjutnya mereka menyembah dan membuatkan patungnya.

Kata Ibnu Jarir Al Uzza" berasal dari kata Aziz. Al Uzza berarti sebuah pohon yang di atasnya ada sebuah bangunan dan bertirai, bertempat di Nakhlah yaitu antara Mekan dan Taif; orang-orang Quraisy mengagungkan pohon itu.

Diriwayatkan bahwa Abu Sufyan ketika masih musyrik berkata pada waktu peperangan Uhud bahwa merekalah yang mempunyai Uzza, sedangkan yang lain tidak.

Maka bersabdalah Rasulullah saw.
قولوا: الله مولانا ولا مولى لكم
"Katakanlah! Allah adalah Tuhan kami, dan kamu tidak mempunyai Tuhan".
(HR. Abu Sufyan)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Maka apakah patut kalian menganggap Laata dan Al Uzzaa).
««•»»
Have you considered al-Lāt and al-‘Uzzā,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 18][AYAT 20]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
19of62
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=53&tAyahNo=19&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#53:19

[053] An Najm Ayat 018


««•»»
Surah An Najm 18

لَقَدْ رَأَى مِنْ آيَاتِ رَبِّهِ الْكُبْرَى
««•»»
laqad raaa min aayaati rabbihi alkubraa
««•»»
Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.
««•»»
Certainly he saw some of the greatest signs of his Lord.
««•»»

Ayat ini menerangkan bahwa dengan melihat Sidratil Muntaha itu, berarti Muhammad saw telah melihat sebagian tanda-tanda kebesaran Allah SWT yang merupakan keajaiban-keajaiban dari kekuasaan-Nya.

Diriwayatkan oleh Bukhari dan lain-lainnya bahwa saat itu Muhammad saw melihat suatu lambaian hijau dari surga yang memenuhi ufuk (arah pandangan). Maka hendaklah kita tidak membatasi apa yang telah dilihat oleh Muhammad saw dengan mata kepalanya, setelah diterangkan secara samar-samar dalam Alquran tentang hal itu. Yang jelas ialah bahwa ia telah melihat tanda-tanda kebesaran Allah SWT yang tidak terbatas.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Sesungguhnya dia telah melihat) pada malam itu (sebagian tanda-tanda kekuasaan Rabbnya yang paling besar) yang paling agung, dimaksud adalah sebagian dari tanda-tanda itu, maka dia melihat sebagian dari keajaiban-keajaiban alam malakut, dan Rafraf berwarna hijau menutupi cakrawala langit, dan malaikat Jibril yang memiliki enam ratus sayap.
««•»»
Verily he saw, in it, some of the greatest signs of his Lord, [some of] the most awesome [of these signs]. He thus saw from among the marvels of the Realm (malakūt) a green drape (rafraf) that obscured the [entire] horizon of the heaven and Gabriel with his six hundred wings.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 17][AYAT 19]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
18of62
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=53&tAyahNo=18&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#53:18