
««•»»
Surah An Najm 17
مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغَى
««•»»
maa zaagha albasharu wamaa thaghaa
««•»»
Penglihatannya (muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya.
««•»»
The gaze did not swerve, nor did it overstep the bounds.
««•»»
Kemudian dalam ayat ini Allah SWT menjelaskan lagi bahwa tatkala Rasulullah saw melihat Jibril di sana itu, ia tidak berpaling dari memandang semua keajaiban Sidratil Muntaha, sesuai dengan apa yang telah diizinkan Allah SWT kepadanya untuk dilihat. Dan ia tidak pula melampaui batas kecuali apa yang telah diizinkan kepadanya.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Penglihatannya tidak berpaling) penglihatan Nabi saw. tidak berpaling (dan tidak melampauinya) maksudnya, tidak berpaling dari apa yang dilihatnya dan tidak pula melampaui apa yang dilihatnya pada malam ketika ia diisrakkan.
««•»»
The eye did not swerve, on the part of the Prophet (s), nor did it go beyond [the bounds], that is to say, his gaze did not turn away from the object of vision designated for it, nor did it go beyond that [object] on that night.
Surah An Najm 17
مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغَى
««•»»
maa zaagha albasharu wamaa thaghaa
««•»»
Penglihatannya (muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya.
««•»»
The gaze did not swerve, nor did it overstep the bounds.
««•»»
Kemudian dalam ayat ini Allah SWT menjelaskan lagi bahwa tatkala Rasulullah saw melihat Jibril di sana itu, ia tidak berpaling dari memandang semua keajaiban Sidratil Muntaha, sesuai dengan apa yang telah diizinkan Allah SWT kepadanya untuk dilihat. Dan ia tidak pula melampaui batas kecuali apa yang telah diizinkan kepadanya.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Penglihatannya tidak berpaling) penglihatan Nabi saw. tidak berpaling (dan tidak melampauinya) maksudnya, tidak berpaling dari apa yang dilihatnya dan tidak pula melampaui apa yang dilihatnya pada malam ketika ia diisrakkan.
««•»»
The eye did not swerve, on the part of the Prophet (s), nor did it go beyond [the bounds], that is to say, his gaze did not turn away from the object of vision designated for it, nor did it go beyond that [object] on that night.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 16]•[AYAT 18]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
17of62
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=53&tAyahNo=17&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#53:17
•[AYAT 16]•[AYAT 18]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
17of62
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=53&tAyahNo=17&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#53:17

Tidak ada komentar:
Posting Komentar