Minggu, 28 Juni 2015

[053] An Najm Ayat 017


««•»»
Surah An Najm 17

مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغَى
««•»»
maa zaagha albasharu wamaa thaghaa
««•»»
Penglihatannya (muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya.
««•»»
The gaze did not swerve, nor did it overstep the bounds.
««•»»

Kemudian dalam ayat ini Allah SWT menjelaskan lagi bahwa tatkala Rasulullah saw melihat Jibril di sana itu, ia tidak berpaling dari memandang semua keajaiban Sidratil Muntaha, sesuai dengan apa yang telah diizinkan Allah SWT kepadanya untuk dilihat. Dan ia tidak pula melampaui batas kecuali apa yang telah diizinkan kepadanya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Penglihatannya tidak berpaling) penglihatan Nabi saw. tidak berpaling (dan tidak melampauinya) maksudnya, tidak berpaling dari apa yang dilihatnya dan tidak pula melampaui apa yang dilihatnya pada malam ketika ia diisrakkan.
««•»»
The eye did not swerve, on the part of the Prophet (s), nor did it go beyond [the bounds], that is to say, his gaze did not turn away from the object of vision designated for it, nor did it go beyond that [object] on that night.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 16][AYAT 18]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
17of62
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=53&tAyahNo=17&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#53:17

[053] An Najm Ayat 016


««•»»
Surah An Najm 16

إِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشَى
««•»»
idz yaghsyaa alssidrata maa yaghsyaa
««•»»
(Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya.
««•»»
when there covered the Lote Tree what covered it.
««•»»

Selanjutnya dalam ayat ini Allah SWT menerangkan bahwasanya Muhammad saw melihat Jibril as di Sidratil Muntaha itu ketika Sidratil Muntaha tertutup oleh suasana yang menandakan kebesaran Allah SWT berupa sinar-sinar yang indah dan malaikat-malaikat.

Alquran tidak menerangkan dengan jelas. Bagi kita cukuplah penjelasan yang sedemikian, tidak menambahinya atau menguranginya bila tidak ada dalil yang jelas menerangkannya. Seandainya ada manfaatnya untuk dijelaskan niscaya hal itu dijelaskan oleh Allah SWT.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Ketika) sewaktu (Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya) yaitu oleh burung-burung dan lain-lainnya. Lafal Idz menjadi Ma'mul dari lafal Ra-aahu.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 15][AYAT 17]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
16of62
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=53&tAyahNo=16&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#53:16