Minggu, 31 Mei 2015

[053] An Najm Ayat 015


««•»»
Surah An Najm 15

عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوَى
««•»»
'indahaa jannatu alma/waa
««•»»
Di dekatnya ada syurga tempat tinggal,
««•»»
near which is the Garden of the Abode,
««•»»

Dalam ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa di tempat itulah (di dekat Sidratil Muntaha) letak Surga. Ia merupakan tempat tinggal bagi orang-orang yang takwa dan orang-orang yang mati syahid.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Di dekatnya ada surga tempat tinggal) tempat tinggal para malaikat dan arwah-arwah para syuhada dan orang-orang yang bertakwa.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 14][AYAT 16]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
15of62
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=53&tAyahNo=15&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#53:15

Sabtu, 30 Mei 2015

[053] An Najm Ayat 014


««•»»
Surah An Najm 14

عِندَ سِدرَةِ المُنتَهىٰ
««•»»
'inda sidrati almuntahaa
««•»»
(yaitu) di Sidratil Muntaha. {1431}.
{1431} Sidratul Muntaha adalah tempat yang paling tinggi, di atas langit ke-7, yang telah dikunjungi Nabi ketika mi`raj.
««•»»
by the Lote Tree of the Ultimate Boundary,
««•»»

Selanjutnya dalam ayat-ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa sesungguhnya Muhammad saw sudah pernah melihat Jibril (untuk kedua kalinya) dalam rupanya yang asli pada waktu melakukan mikraj ke Sidratil Muntaha yaitu suatu tempat yang merupakan batas alam yang dapat diketahui oleh para malaikat.

Ada yang berpendapat bahwa maksud ayat ini adalah seperti dalam firman Allah:
وأن إلى ربك المنتهى
Dan bahwasanya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu).
(QS. An Najm [53]:42)

Kita wajib mempercayai adanya Sidratil Muntaha itu sebagaimana yang telah diterangkan oleh Allah SWT dalam ayat Nya. Tetapi kita tidak boleh menerangkan tempatnya dan sifat-sifatnya, dengan keterangan yang melebihi daripada apa yang telah diterangkan oleh Allah SWT dalam Alquran, kecuali bila keterangan itu kita dapat dari hadis Nabi Muhammad saw yang menerangkan kepada kita dengan jelas dan pasti, karena hal itu termasuk dalam hal yang gaib yang belum diizinkan kita untuk mengetahuinya.

Menurut hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad, Muslim Tirmizi, dan lain-lainnya bahwa Sidratil Muntaha itu ada di langit yang ke tujuh.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Yaitu di Sidratul Muntaha) sewaktu nabi dibawanya Isra ke langit. Sidratul Muntaha adalah nama sebuah pohon Nabaq yang terletak di sebelah kanan Arasy; tiada seorang malaikat pun dan tidak pula yang lainnya dapat melewati tempat itu.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 13][AYAT 15]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
14of62
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=53&tAyahNo=14&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#53:14

[053] An Najm Ayat 013


««•»»
Surah An Najm 13

وَلَقَد رَآهُ نَزلَةً أُخرىٰ
««•»»
walaqad raaahu nazlatan ukhraa
««•»»
Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain,
««•»»
Certainly he saw it[1] yet another time,
[1] Or ‘them.’ To explain, the object of the pronoun hū is specified in verse , ‘Certainly he saw some of the greatest signs of his Lord.’ This interpretation is also supported by a tradition of Imam ʿAli b. Mūsā al-Riḍā (ʿa) cited in the Uṣūl al-Kāfī, vol. 1, p. 95, ḥadīth 2.
««•»»

Selanjutnya dalam ayat-ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa sesungguhnya Muhammad saw sudah pernah melihat Jibril (untuk kedua kalinya) dalam rupanya yang asli pada waktu melakukan mikraj ke Sidratil Muntaha yaitu suatu tempat yang merupakan batas alam yang dapat diketahui oleh para malaikat.

Ada yang berpendapat bahwa maksud ayat ini adalah seperti dalam firman Allah:
وأن إلى ربك المنتهى
Dan bahwasanya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu).
(QS. An Najm [53]:42)

Kita wajib mempercayai adanya Sidratil Muntaha itu sebagaimana yang telah diterangkan oleh Allah SWT dalam ayat Nya. Tetapi kita tidak boleh menerangkan tempatnya dan sifat-sifatnya, dengan keterangan yang melebihi daripada apa yang telah diterangkan oleh Allah SWT dalam Alquran, kecuali bila keterangan itu kita dapat dari hadis Nabi Muhammad saw yang menerangkan kepada kita dengan jelas dan pasti, karena hal itu termasuk dalam hal yang gaib yang belum diizinkan kita untuk mengetahuinya.

Menurut hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad, Muslim Tirmizi, dan lain-lainnya bahwa Sidratil Muntaha itu ada di langit yang ke tujuh.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan sesungguhnya dia telah melihat Jibril itu) dalam rupa yang asli (pada waktu) pada kesempatan (yang lain).
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 12][AYAT 14]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
13of62
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=53&tAyahNo=13&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#53:13

[053] An Najm Ayat 012


««•»»
Surah An Najm 11

أَفَتُمارونَهُ عَلىٰ ما يَرىٰ
««•»»
afatumaaruunahu 'alaa maa yaraa
««•»»
Maka apakah kaum (musyrik Mekah) hendak membantahnya tentang apa yang telah dilihatnya?
««•»»
Will you then dispute with him about what he saw?!
««•»»

Kebanyakan manusia menyangka bahwa ia telah menggambarkan apa yang dilihatnya, padahal hatinya belum yakin terhadap apa yang telah ia lihat, tidak demikian penglihatan dan keyakinan Muhammad terhadap Jibril meskipun kedatangannya kepada Muhammad kerap kali beda-beda bentuknya, karena Muhammad telah mengetahui bentuk yang aslinya.

Oleh karena Allah SWT menguatkan keterangannya bahwa kedatangan Jibril dengan bentuk seorang sahabat yang bernama Dihyah Al-Kalbi tidaklah menghilangkan ciri-cirinya karena Muhammad saw telah pernah melihat bentuknya yang asli sebelum itu, yaitu di gua Hira ketika menerima wahyu pertama, walaupun kemudian Jibril menampakkan diri lagi dengan rupa yang lain.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Maka apakah kalian hendak membantahnya) apakah kalian hendak mendebatnya dan mengalahkannya (tentang apa yang telah dilihatnya?) khithab di sini ditujukan kepada orang-orang musyrik yang tidak mempercayai bahwa Nabi saw. melihat malaikat Jibril.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 11][AYAT 13]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
12of62
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=53&tAyahNo=12&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#53:12

[053] An Najm Ayat 011


««•»»
Surah An Najm 11

مَا كَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَأَى
««•»»
maa kadzaba alfu-aadu maa raaa
««•»»
Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya. [1430}.
[1430} Ayat 4-11 menggambarkan Peristiwa turunnya wahyu yang pertama di gua Hira.
««•»»
The heart did not deny what it saw.
««•»»

Kebanyakan manusia menyangka bahwa ia telah menggambarkan apa yang dilihatnya, padahal hatinya belum yakin terhadap apa yang telah ia lihat, tidak demikian penglihatan dan keyakinan Muhammad terhadap Jibril meskipun kedatangannya kepada Muhammad kerap kali beda-beda bentuknya, karena Muhammad telah mengetahui bentuk yang aslinya.

Oleh karena Allah SWT menguatkan keterangannya bahwa kedatangan Jibril dengan bentuk seorang sahabat yang bernama Dihyah Al-Kalbi tidaklah menghilangkan ciri-cirinya karena Muhammad saw telah pernah melihat bentuknya yang asli sebelum itu, yaitu di gua Hira ketika menerima wahyu pertama, walaupun kemudian Jibril menampakkan diri lagi dengan rupa yang lain.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Tiada mendustakan) dapat dibaca Kadzaba atau Kadzdzaba, artinya tiada mengingkari (hati) atau kalbu Nabi saw. (apa yang telah dilihatnya) dengan mata kepalanya sendiri tentang rupa malaikat Jibril.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 10][AYAT 12]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
11of62
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=53&tAyahNo=11&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#53:11

[053] An Najm Ayat 010


««•»»
Surah An Najm 7

فَأَوحىٰ إِلىٰ عَبدِهِ ما أَوحىٰ
««•»»
fa-awhaa ilaa 'abdihi maa awhaa
««•»»
Lalu dia menyampaikan kepada hambaNya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan.
««•»»
whereat He revealed to His servant whatever He revealed.
««•»»

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Lalu Dia menyampaikan) yakni Allah swt. (kepada hamba-Nya) yaitu malaikat Jibril (apa yang telah diwahyukan)-Nya kepada malaikat Jibril untuk disampaikan kepada Nabi saw. Di sini yang mewahyukan tidak disebutkan karena mengagungkan kedudukan-Nya.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 9][AYAT 11]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
10of62
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=53&tAyahNo=10&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#53:10

[053] An Najm Ayat 009


««•»»
Surah An Najm 7

فَكانَ قابَ قَوسَينِ أَو أَدنىٰ
««•»»
fakaana qaaba qawsayni aw adnaa
««•»»
Maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi).
««•»»
until he was within two bows’ length or even nearer,
««•»»

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Maka jadilah dia) padanya (mendekat) dalam jarak (dua ujung busur panah atau lebih dekat lagi) dari tempatnya yang semula sehingga nabi menjadi sadar kembali dan hilanglah rasa takutnya.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»» 
[AYAT 8][AYAT 10]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
9of62
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=53&tAyahNo=9&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#53:9

[053] An Najm Ayat 008


««•»»
Surah An Najm 7

ثُمَّ دَنا فَتَدَلّىٰ
««•»»
tsumma danaa fatadallaa
««•»»
Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi.
««•»»
Then he drew nearer and nearer
««•»»

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Kemudian dia mendekat) kepadanya (lalu bertambah dekat) semakin dekat dengannya.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»» 
[AYAT 7][AYAT 9]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
8of62
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=53&tAyahNo=8&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#53:8

[053] An Najm Ayat 007


««•»»
Surah An Najm 7

وَهُوَ بِالْأُفُقِ الْأَعْلَى
««•»»
wahuwa bial-ufuqi al-a'laa
««•»»
sedang dia berada di ufuk yang tinggi.
««•»»
while he was on the highest horizon.
««•»»

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Sedangkan dia berada di ufuk yang tinggi) berada pada tempat terbitnya matahari dalam bentuk aslinya ketika ia diciptakan. Nabi saw., melihatnya sewaktu berada di gua Hira; dan ternyata tubuh malaikat Jibril menutupi cakrawala tempat terbitnya matahari hingga sampai ke cakrawala bagian timur. Lalu Nabi saw. pingsan tidak sadarkan diri setelah melihat wujud asli malaikat Jibril itu. Nabi saw. pernah meminta kepada malaikat Jibril supaya menampakkan wujud aslinya sebagaimana ketika ia diciptakan oleh Allah, lalu malaikat Jibril menjanjikan akan memenuhi hal tersebut di gua Hira. Setelah itu baru malaikat Jibril turun untuk menemuinya dalam bentuk Bani Adam.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»» 
[AYAT 6][AYAT 8]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
7of62
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=53&tAyahNo=7&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#53:7

[053] An Najm Ayat 006


««•»»
Surah An Najm 6

ذُو مِرَّةٍ فَاسْتَوَى
««•»»
dzuu mirratin faistawaa
««•»»
Yang mempunyai akal yang cerdas; dan (jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli.
««•»»
possessed of sound judgement.[1] He[2] settled,[3]
[1] Or ‘possessed of strength.’
[2] That is, the Apostle of Allah (ṣ); or the Angel Gabriel, according to some commentators.
[3] Or ‘stood upright.’
««•»»

Allah SWT menerangkan lagi dalam ayat ini, bahwa Jibril itu mempunyai kecerdasan dan kekuatan yang luar biasa. Seperti dalam riwayat bahwa ia telah pernah membalikkan perkampungan Nabi Lut kemudian mereka diangkat ke langit lalu dijatuhkan ke bumi. Juga ia telah pernah menghembus kaum Samud hingga berterbanganlah mereka. Dan apabila ia turun ke bumi hanya dibutuhkan waktu sekejap mata. Lagi pula ia dapat berubah bentuk dengan berbagai rupa.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Yang mempunyai kecerdasan) yang mempunyai kekuatan dan keperkasaan, atau yang mempunyai pandangan yang baik, yang dimaksud adalah malaikat Jibril a.s. (maka menetaplah ia) maksudnya, menampakkan diri dengan rupa aslinya.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»» 
[AYAT 5][AYAT 7]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
6of62
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=53&tAyahNo=6&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#53:6

[053] An Najm Ayat 005


««•»»
Surah An Najm 5

عَلَّمَهُ شَدِيدُ الْقُوَى
««•»»
'allamahu syadiidu alquwaa
««•»»
Yang diajarkan kepadanya oleh (jibril) yang sangat kuat.
««•»»
taught him by One of great powers,
««•»»

Dalam ayat ini, selanjutnya Allah SWT menerangkan bahwa Muhammad saw (kawan mereka itu) diajari oleh Jibril as. Jibril itu sangatlah kuatnya, baik ilmunya maupun amalnya.

Dalam firman Allah SWT dijelaskan:
إنه لقول رسول كريم ذي قوة عند ذي العرش مكين مطاع ثم أمين
Sesungguhnya Alquran itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril), yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai arsy, yang ditaati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya.
(QS. At Takwir [81]:19-21)

Kemudian Muhammad saw mempelajarinya dan mengamalkannya.

Ayat ini merupakan jawaban dari perkataan mereka yang mengatakan bahwa Muhammad itu hanyalah tukang dongeng yang mendongengkan dongeng-dongengan (legenda-legenda) orang-orang dahulu.

Jelaslah bahwa Muhammad saw itu bukan diajari oleh seorang manusia, tapi ia diajari oleh Jibril as yang sangat kuat.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Yang diajarkan kepadanya) oleh malaikat (yang sangat kuat).
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 4][AYAT 6]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
5of62
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=53&tAyahNo=5&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#53:5

[053] An Najm Ayat 004


««•»»
Surah An Najm 4

إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى
««•»»
in huwa illaa wahyun yuuhaa
««•»»
Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).
««•»»
it is just a revelation that is revealed [to him],
««•»»

Dalam ayat ini, Allah SWT menguatkan ayat 3; yakni bahwa Muhammad saw hanyalah mengatakan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT untuk disampaikan kepada manusia secara sempurna, tidak ditambah-tambah dan tidak pula dikurangi menurut apa yang diwahyukan kepadanya.

Abdullah bin 'Amr bin 'As menulis setiap apa yang ia dengar dari Rasulullah saw, karena ia mau menghafalkannya. Tapi orang-orang Quraisy melarangnya. Mereka mengatakan mengapa ia menulis setiap perkataan Muhammad, sedangkan Muhammad itu adalah manusia biasa yang berkata dalam keadaan marah. Maka berhentilah Abdullah bin Umar menulis. Kemudian ia mendatangi Rasulullah saw, dan memberitahukan perihalnya itu.
Maka bersabdalah Rasulullah saw.
اكتب فوالذي نفسي بيده ما خرج مني إلا الحق
"Tulislah, demi Tuhan, tidak ada yang keluar dari perkataanku kecuali kebenaran".
(H.R. Ahmad dan Abu Daud)

Al Hafiz, Abu Bakar Al Bazzar mendapat riwayat dari Ahmad bin Mansyur, dari Abdullah bin Saleh, dari Al Lais, dari Ibnu Ajlan, dari Zaid bin Aslam, dari Abu Saleh dan dari Abu Hurairah
bahwasanya Nabi Muhammad saw bersabda:
ما أخبرتكم أنه من عند الله فهو الذي لا شك فيه
"Apa-apa yang aku katakan kepadamu bahwa ia dari Allah SWT, maka tidak ada keraguan padanya".
(HR. Abu Hurairah)

Dari Yunus, Lais, Muhammad bin Said bin Abu Said, dari Abu Hurairah mereka berkata
bahwa Rasulullah saw bersabda:
لا أقول إلا حقا
"tidaklah aku berkata kecuali yang benar".
(HR. Abu Hurairah, Lihat Tafsir Al Maragi, hl. 45, juz 27, jilid IX)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Tiada lain) tidak lain (ucapannya itu hanyalah wahyu yang diwahyukan) kepadanya.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 3][AYAT 5]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
4of62
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=53&tAyahNo=4&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#53:4

[053] An Najm Ayat 003


««•»»
Surah An Najm 3

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى
««•»»
wamaa yanthiqu 'ani alhawaa
««•»»
Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quraan) menurut kemauan hawa nafsunya.
««•»»
Nor does he speak out of [his own] desire:
««•»»

Dalam ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa Muhammad saw itu tidak sesat dan tidak keliru karena beliau seorang yang tidak pernah menurutkan hawa nafsunya. Orang yang mungkin keliru atau tersesat ialah orang yang menurutkan hawa nafsunya.

Sebagaimana firman Allah SWT:
ولا تتبع الهوى فيضلك عن سبيل الله
Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah.
(QS. Shad [38]:26)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan tiadalah apa yang diucapkannya itu) apa yang disampaikannya kepada kalian (menurut kemauan hawa nafsunya) menurut kehendaknya sendiri.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 2][AYAT 4]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
3of62
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=53&tAyahNo=3&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#53:3